Cara Mengelola Pesanan Konveksi agar Tidak Terlewat

6 menit baca

Semakin banyak pelanggan, semakin mudah order terlewat: ada yang lupa dikerjakan, telat kirim, atau salah kuantitas. Padahal ketepatan adalah reputasi konveksi. Alur pengelolaan pesanan yang rapi memastikan tidak ada order yang jatuh di tengah jalan.

Kenapa Order Sering Terlewat

  • Pesanan tersebar di WhatsApp, buku, dan ingatan — tidak terpusat.
  • Status order tidak jelas: mana yang masih produksi, mana yang siap kirim.
  • Tenggat tidak dipantau sampai pelanggan menagih.
  • Perubahan pesanan (revisi qty/desain) tidak tercatat.

Alur Pesanan Konveksi yang Rapi

  1. 1Terima & catat — semua order masuk ke satu tempat dengan detail lengkap.
  2. 2Konfirmasi — pastikan qty, ukuran, harga, dan tenggat disepakati.
  3. 3Produksi — order masuk antrean produksi dan progresnya dipantau per tahap.
  4. 4Kirim — buat surat jalan saat barang dikirim.
  5. 5Tagih — terbitkan invoice dan catat pembayaran masuk.

Informasi Wajib di Setiap Order

  • Nama pelanggan dan kontak.
  • Detail item: model, ukuran, warna, dan kuantitas.
  • Harga per unit dan total.
  • Tanggal order dan tenggat kirim.
  • Catatan khusus (bahan disediakan pelanggan, revisi, dll).

Pantau Status & Tenggat

Kunci agar tidak ada yang terlewat adalah bisa melihat semua order beserta statusnya dalam satu layar: berapa order aktif, mana yang sedang produksi, mana yang mendekati tenggat. Dengan begitu kamu bisa memprioritaskan pekerjaan, bukan sekadar bereaksi saat pelanggan komplain.

Kelola Pesanan dengan OperoFlo

OperoFlo memusatkan seluruh pesanan dalam satu sistem: dari PO pelanggan, progres produksi, surat jalan, sampai invoice. Setiap order punya status yang jelas dan dashboard menampilkan berapa order aktif serta yang sedang berjalan — jadi tidak ada pesanan yang jatuh di tengah jalan. Coba gratis 7 hari.

Rapikan operasional konveksimu dengan OperoFlo

Order, produksi, HPP otomatis, upah, dan keuangan dalam satu sistem. Coba gratis 7 hari.

Mulai Sekarang