Cara Menghitung HPP Konveksi: Rumus, Komponen, dan Contoh Lengkap

7 menit baca

HPP (Harga Pokok Produksi) adalah total biaya untuk memproduksi satu satuan barang — dalam konveksi, biasanya per pcs. Menghitung HPP dengan benar itu fondasi bisnis konveksi: kalau HPP meleset, harga jual ikut salah, dan margin diam-diam tergerus tanpa kamu sadari. Artikel ini membahas komponen HPP konveksi, rumusnya, dan contoh perhitungan yang bisa langsung kamu tiru.

Komponen HPP Konveksi

HPP konveksi umumnya terdiri dari empat komponen utama. Memisahkan keempatnya penting supaya kamu tahu di mana biaya membengkak.

  • Biaya bahan/material — kain, benang, kancing, resleting, label, dan aksesori lain yang menempel di produk.
  • Ongkos jahit / upah produksi — upah operator per tahap (potong, jahit, finishing), biasanya sistem borongan per pcs.
  • Biaya subcon (makloon) — pekerjaan yang dikerjakan pihak ketiga, misalnya bordir, sablon, atau printing.
  • Overhead produksi — listrik, sewa, penyusutan mesin, dan biaya tak langsung lain yang dibagi ke tiap pcs.

Rumus HPP Konveksi per Pcs

Secara sederhana, rumus HPP per pcs adalah total seluruh biaya produksi dibagi jumlah unit yang diproduksi:

HPP per pcs = (Total Biaya Bahan + Total Ongkos Jahit + Total Biaya Subcon + Overhead) ÷ Jumlah Pcs

Untuk biaya bahan, hitung per pcs dari pemakaian nyata: misalnya 1 pcs kemeja butuh 1,4 meter kain. Untuk ongkos jahit, jumlahkan tarif tiap tahap. Overhead paling sering dilupakan — padahal listrik dan sewa tetap jalan walau tidak ada order.

Contoh Perhitungan HPP Kemeja

Misalkan kamu memproduksi 100 pcs kemeja katun. Berikut rincian biayanya per pcs:

KomponenRincianBiaya per pcs
Kain katun1,4 m × Rp 35.000Rp 49.000
AksesoriKancing + benang + labelRp 6.000
Ongkos potongBoronganRp 2.000
Ongkos jahitBoronganRp 18.000
Ongkos finishingSetrika + packingRp 4.000
Subcon bordirLogo dadaRp 5.000
OverheadDialokasikan per pcsRp 3.000
HPP per pcsTotalRp 87.000

Dengan HPP Rp 87.000 per pcs, kamu bisa menetapkan harga jual berdasarkan margin yang diinginkan. Kalau target margin 30%, harga jual ≈ Rp 87.000 ÷ (1 − 0,30) = Rp 124.300 per pcs. Menetapkan harga dari HPP yang akurat jauh lebih aman daripada menebak.

Kesalahan Umum saat Menghitung HPP

  • Melupakan overhead — hanya menghitung bahan dan jahit, sehingga margin sebenarnya lebih tipis dari yang dikira.
  • Pakai harga bahan lama — harga kain naik tapi HPP tidak diperbarui.
  • Sisa/kerugian bahan tidak dihitung — pemakaian kain nyata sering lebih besar dari teori karena ada sisa potongan.
  • Menyamakan semua model — kemeja, celana, dan jaket punya konsumsi bahan dan ongkos jahit berbeda.

Mempermudah Perhitungan HPP dengan Sistem

Menghitung HPP manual di spreadsheet bisa jalan untuk satu-dua order, tapi jadi rawan salah begitu order banyak dan harga bahan berubah-ubah. OperoFlo menghitung HPP per pcs otomatis dari komponen bahan, upah, dan subcon di tiap order — begitu output produksi dan pemakaian material dicatat, HPP-nya langsung terbentuk, dan harga bisa dikunci supaya tidak berubah tak sengaja. Kamu bisa mencobanya gratis 7 hari.

Rapikan operasional konveksimu dengan OperoFlo

Order, produksi, HPP otomatis, upah, dan keuangan dalam satu sistem. Coba gratis 7 hari.

Mulai Sekarang